Firewall
Konfigurasi Firewall UFW di Ubuntu dan Kali Linux Indonesia untuk Lab Cybersecurity
Panduan konfigurasi UFW di Ubuntu dan Kali Linux Indonesia untuk lab cybersecurity pribadi. Cocok untuk pemula yang belajar hardening dan CTF legal.

Saya pertama kali serius belajar firewall saat ikut CTF di lab pribadi. Waktu itu saya pakai Ubuntu server sebagai target dan Kali Linux Indonesia sebagai alat utamanya. Ternyata konfigurasi UFW (Uncomplicated Firewall) di kedua distro ini hampir mirip, cuma ada beberapa perbedaan kecil yang perlu diperhatiin. Lewat artikel ini, saya mau berbagi catatan lab tentang cara setting UFW di Ubuntu dan Kali Linux untuk keperluan pembelajaran etis.
Persiapan Awal dan Instalasi UFW
UFW sudah terinstal secara default di Ubuntu versi 18.04 ke atas. Di Kali Linux Indonesia, kadang belum terpasang. Saya saranin cek dulu dengan perintah sudo ufw status. Kalau muncul “command not found”, instal dengan:
sudo apt update && sudo apt install ufw -y
Setelah terinstal, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengatur kebijakan default. Di lingkungan lab, saya biasanya set deny incoming dan allow outgoing. Ini penting buat ngebatesin akses masuk dari luar tanpa ganggu koneksi keluar yang sah.
sudo ufw default deny incoming
sudo ufw default allow outgoing
Fakta menarik: menurut dokumentasi resmi Ubuntu, UFW pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 sebagai frontend untuk iptables. Jadi udah lebih dari 15 tahun dipake sama komunitas Linux.
Konfigurasi Aturan Dasar untuk Lab
Di lab cybersecurity rumah saya, aturan UFW yang paling sering saya gunakan adalah mengizinkan SSH untuk remote akses ke server Ubuntu. Tanpa ini, saya gak bisa masuk ke mesin target dari Kali Linux Indonesia.
sudo ufw allow ssh
sudo ufw allow 22/tcp
Kalau Anda menjalankan layanan web untuk latihan, tambahin aturan untuk HTTP dan HTTPS:
sudo ufw allow 80/tcp
sudo ufw allow 443/tcp
Untuk keperluan CTF, kadang saya perlu buka port tertentu kayak 8080 atau 1337. Cukup jalanin sudo ufw allow 8080. Setelah semua aturan selesai, aktifkan firewall dengan:
sudo ufw enable
Jangan lupa verifikasi dengan sudo ufw status verbose. Pastiin statusnya “active” dan aturan yang tampil sesuai sama yang diharapkan.
Perbedaan Kecil yang Perlu Diperhatikan
Meskipun perintah dasarnya identik, ada satu perbedaan yang saya temui. Di Ubuntu, UFW biasanya udah terintegrasi dengan systemd dan bisa diatur biar aktif otomatis saat boot. Di Kali Linux Indonesia, kadang perlu ngaktifin service secara manual:
sudo systemctl enable ufw
Selain itu, Kali Linux sering dipake untuk penetration testing sehingga beberapa pengguna milih untuk gak ngaktifin firewall biar gak ganggu koneksi ke target. Tapi untuk lab pribadi, saya tetep nyaranin ngaktifin sebagai latihan hardening.
Satu lagi tips: kalo Anda pake Kali Linux di VirtualBox, pastiin aturan UFW gak ngeblokir koneksi NAT. Biasanya ini gak masalah, tapi kalo tiba-tiba koneksi internet putus setelah enable UFW, coba tambahin aturan untuk antarmuka virtual:
sudo ufw allow in on eth0
Penutup
Konfigurasi UFW di Ubuntu dan Kali Linux Indonesia sebenernya gak rumit. Kuncinya adalah memahami kebijakan default dan aturan yang dibutuhkan untuk skenario lab Anda. Saya pribadi selalu nyatet setiap aturan yang saya tambahin, biar nanti bisa di-audit. Selamat nyoba di lab pribadi Anda.
Untuk referensi lebih lanjut tentang perintah UFW, Anda bisa ngunjungin dokumentasi resmi Ubuntu tentang UFW.
Sumber terkait: Trzn88