Lewati ke konten utama
Kali Linux Indonesia

Keamanan Web

Alat Cek Keamanan Domain Online Gratis: Panduan Kali Linux Indonesia

Cek SSL, DNS, header keamanan, dan port domain milikmu dengan alat online gratis, lalu bandingkan hasilnya dengan openssl, dig, dan nmap di Kali Linux.

Alat Cek Keamanan Domain Online Gratis: Panduan Kali Linux Indonesia

Sebelum membuka terminal Kali Linux, ada satu langkah yang sering dilewatkan: melihat domain milikmu dari sudut pandang orang luar. Alat online gratis bisa memperlihatkan sertifikat SSL, record DNS, header HTTP, dan port terbuka sebagaimana terlihat dari internet — bukan dari jaringan lokal yang mungkin punya cache atau aturan firewall sendiri. Panduan ini memasangkan alat online dengan perintah bawaan Kali, sehingga kamu bisa memverifikasi satu hasil dengan hasil lainnya.

Seperti semua materi di Kali Linux Indonesia, lingkupnya defensif: hanya domain dan server milik sendiri, atau yang sudah memberi izin tertulis.

Kenapa perlu sudut pandang dari luar

Saat mengecek dari laptop sendiri, ada tiga hal yang bisa menipu: cache DNS lokal, resolver ISP, dan aturan jaringan kantor. Alat online menjalankan pengecekan dari server di internet publik, sehingga hasilnya lebih dekat dengan apa yang dilihat pengunjung atau penyerang. Gabungkan keduanya: alat online untuk gambaran luar, Kali untuk analisis mendalam.

Contoh yang dipakai di sini adalah Indomaret.org , kumpulan 294 alat gratis tanpa akun. Ada 28 alat cek domain dan jaringan serta 14 alat keamanan. Alat jaringannya memakai server (memang harus menghubungi alamat yang dicek), tidak menyimpan alamat yang dicek selain cache singkat, dan menolak alamat privat atau lokal.

1. Sertifikat SSL: masa berlaku dan rantai

Pakai cek SSL untuk melihat masa berlaku sertifikat, sisa hari sebelum kedaluwarsa, penerbit, dan rantai sertifikat. Rantai yang tidak lengkap (intermediate hilang) adalah masalah klasik: browser desktop kadang tetap menerima, tetapi aplikasi mobile atau klien API menolak.

Pembanding di Kali:

openssl s_client -connect domainmu.com:443 -servername domainmu.com -showcerts </dev/null \
  | openssl x509 -noout -dates -issuer -subject

Jika tanggal notAfter kurang dari 30 hari, jadwalkan perpanjangan atau pastikan otomatisasi ACME berjalan.

2. DNS: record yang benar-benar terpasang

Cek DNS menampilkan record A, AAAA, MX, NS, TXT, CNAME, SOA, dan CAA sekaligus. Perhatikan tiga hal dari sisi keamanan:

RecordYang dicariRisiko jika salah
CAACA mana yang boleh menerbitkan sertifikatSiapa pun CA bisa menerbitkan
TXT (SPF, DMARC)Kebijakan pengirim emailDomain mudah dipalsukan untuk phishing
CNAME menggantungSubdomain menunjuk layanan yang sudah dihapusPengambilalihan subdomain

Pembanding di Kali: dig domainmu.com ANY +noall +answer atau per tipe, misalnya dig CAA domainmu.com +short. Setelah mengubah record, gunakan cek propagasi DNS untuk melihat resolver mana yang sudah memperbarui.

3. Header keamanan HTTP

Alat cek HTTP header memperlihatkan respons server apa adanya. Header yang sebaiknya ada pada situs produksi:

  • Strict-Transport-Security (HSTS) agar browser selalu memakai HTTPS.
  • Content-Security-Policy untuk membatasi sumber skrip.
  • X-Content-Type-Options: nosniff.
  • Referrer-Policy dan Permissions-Policy sesuai kebutuhan.

Header Server yang membocorkan versi lengkap (misalnya nginx dengan nomor versi) sebaiknya disembunyikan. Pembanding di Kali: curl -sI https://domainmu.com.

4. Port terbuka

Cek port terbuka dari luar memastikan firewall bekerja: port database (3306, 5432) atau panel admin seharusnya tidak terbuka ke publik. Untuk pemetaan lengkap di lab, gunakan nmap terhadap server milikmu:

nmap -sV -Pn --top-ports 100 server-lab-kamu

5. Alat keamanan yang berjalan di browser

Tidak semua alat keamanan perlu server. Generator password Indomaret.org membuat password dengan crypto.getRandomValues di perangkatmu. Generator hash, bcrypt, dan generator CSR juga berjalan di browser — generator CSR membuat pasangan kunci dengan Web Crypto, sehingga private key tidak pernah meninggalkan perangkat. Ini penting: CSR yang dibuat di server orang lain berarti private key-mu pernah berada di mesin pihak ketiga.

Cara memverifikasinya sendiri: buka DevTools, tab Network, lalu jalankan alat. Tidak boleh ada request yang membawa password atau kunci ke server.

Rutinitas bulanan yang disarankan

  1. Cek SSL semua domain produksi dan catat tanggal kedaluwarsa.
  2. Cek DNS, terutama CAA, SPF, DMARC, dan CNAME subdomain lama.
  3. Cek header keamanan setelah setiap perubahan konfigurasi web server.
  4. Cek port dari luar, lalu konfirmasi dengan nmap di lab.
  5. Catat hasilnya di dokumentasi keamanan agar perubahan mudah dilacak.

Alat online mempercepat langkah pertama; Kali Linux memberi kedalaman. Keduanya saling melengkapi selama dipakai pada aset milik sendiri.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah aman mengecek domain lewat alat online?
Aman untuk informasi publik seperti DNS, sertifikat SSL, dan header HTTP, karena data itu memang bisa dilihat siapa pun. Untuk server internal atau alamat privat, pakai alat lokal di Kali Linux.
Kenapa hasil alat online dan dig di laptop bisa berbeda?
Resolver yang dipakai berbeda dan cache DNS punya TTL. Setelah mengubah record, hasil baru muncul bertahap di resolver yang berbeda.
Apakah generator password online menyimpan password saya?
Generator yang berjalan di browser membuat password memakai crypto.getRandomValues di perangkatmu, jadi password tidak dikirim ke server. Periksa tab Network di DevTools jika ragu.
Bolehkah memindai port domain orang lain?
Tidak tanpa izin. Pemindaian sistem milik pihak lain tanpa izin bisa melanggar hukum. Batasi pada lab dan aset milik sendiri.